Menyusun Samudera Pena : Menuju Kejayaan Literasi dan MenyuakKebanggaan Bangsa

Oleh : Nabila Putri Alodia

Menurut Padmadewi & Artini (2018:1), literasi adalah kemampuan berbahasa yang mencakup kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis serta kemampuan berpikir yang menjadi elemen di dalamnya. Literasi adalah keterampilan penting yang memungkinkan individu membaca, menulis, dan memahami informasi. Ini adalah alat mendasar untuk komunikasi, pendidikan, dan pengembangan pribadi. Dalam arti yang lebih luas, literasi juga penting bagi perkembangan masyarakat dan budayanya. Pandangan tersebut diperkuat oleh pendapat Saomah (2017: 3), literasi adalah penggunaan praktik-praktik situasi sosial, dan historis, serta kultural dalam menciptakan dan menginterpretasikan makna melalui tulisan. Masyarakat yang melek huruf lebih siap untuk melestarikan warisan budayanya, mendorong pemikiran kritis, dan menumbuhkan kreativitas dan inovasi.

Selain itu, literasi juga berperan penting dalam membentuk identitas nasional. Hal ini memungkinkan individu untuk memahami sejarah, tradisi, dan nilai-nilai mereka, dan untuk berpartisipasi dalam kehidupan budaya dan politik negara mereka. Populasi yang melek huruf lebih besar kemungkinannya untuk terlibat dalam aktivitas sipil, seperti memilih, menjadi sukarelawan, dan melakukan pelayanan masyarakat, yang penting untuk membangun masyarakat yang kuat dan kohesif. Kesimpulannya, meskipun tidak ada informasi spesifik mengenai pengaruh literasi terhadap perkembangan budaya dan identitas nasional, jelas bahwa literasi merupakan faktor penting dalam perkembangan pribadi dan masyarakat.

Literasi sangat penting bagi keberhasilan suatu bangsa, karena literasi memungkinkan individu mengambil keputusan yang tepat, berdaya saing, sukses secara akademis, menanamkan nilai-nilai baik, menggunakan informasi digital secara efektif, dan menjadi warga negara yang baik.

Literasi memegang peranan penting dalam memajukan perekonomian suatu bangsa. Dapat berkontribusi pada pengembangan kewirausahaan pendidikan, membaca dan menulis, akuntansi, dan layanan perpustakaan.

Tak hanya itu, pendidikan juga memiliki peranan penting dalam mengembangkan literasi di kalangan masyarakat. Namun, selain pendidikan formal, ada beberapa peran lain yang dapat membantu mengembangkan literasi di kalangan masyarakat, seperti komunitas anak jalanan yang berada di Surabaya.

Selain pendidikan ternyata penulis dan penerbit juga memiliki peran penting dalam menyuburkan kegiatan literasi. Beberapa kontribusi yang dapat mereka berikan diantaranya adalah dengan menyediakan bahan bacaan yang berkualitas, meningkatkan ketrampilan membaca dan menulis, menyediakan akses ke informasi dan pengetahuan, mendorong refleksi dan pemikiran kritis. Dengan demikian, melalui bahan bacaan yang berkualitas, kreativitas, informasi, dan pemikiran kritis mereka dapat membantu meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi.

Literasi memiliki beberapa cabang salah satunya yaitu literasi digital yang merupakan aspek penting dalam peradaban modern dan perkembangan teknologi. Dengan pesatnya kemajuan teknologi, literasi digital menjadi semakin penting. Literasi digital mengacu pada kemampuan individu dalam mengakses, memahami, membuat, mengkomunikasikan, dan mengevaluasi informasi melalui teknologi digital. Hal ini penting karna tanpa akses terhadap teknologi, individu tidak dapat mengembangkan ketrampilan literasi digital lainnya. Di Indonesia, pemerintah telah menyadari pentingnya literasi digital dan telah meluncurkan inisiatif untuk meningkatnya, seperti Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi.

Pemanfaatan media sosial dan teknologi informasi juga dapat sangat mendukung upaya literasi. Contohnya seperti, pembelajaran online, perpustakaan digital, aplikasi seluler, dan juga komunitas penulisan online. Secara keseluruhan, pengunaan media sosial dan teknologi informasi dapat sangat mendukung upaya literasi dengan menyediakan akses terhadap sumber daya pendidikan, meningkatkan kesadaran, dan juga menciptakan komunitas online.

Terdapat juga beberapa program pemerintah dan kerja sama antar lembaga yang bertujuan untuk meningkatkan literasi di Indonesia. Contohnya seperti:

1. Merdeka belajar

Program yang digagas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ini bertujuan untuk memperkuat literasi, baik membaca maupun teknologi, dikalangan pelajar.

2. Gerakan literasi sekolah

Gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan budaya membaca dan menulis di kalangan siswa.

3. Bimbingan belajar gratis

Program ini memberikan bimbingan belajar gratis kepada siswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa mereka.

4. Program magang

Program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya dan mendapat pengalaman kerja di dunia nyata.

Literasi juga ternyata memiliki beberapa tantangan dalam meningkatkan nilai baca masyarakat Indonesia. Tantangan dalam meningkatkan nilai baca masyarakat Indonesia adalah rendahnya tingkat literasi anak-anak dan orang dewasa di Indonesia. Beberapa tantangannya adalah belum dimilikinya kesadaran bahwa membaca memiliki peran penting untuk menambah pengetahuan, minat baca masyarakat Indonesia masih rendah, akses terhadap buku masih terbatas, dan kurangnya peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak-anak.

Karna tantangan tersebut tentu saja pemerintah dan lembaga terkait harus berupaya mencari solusi untuk menanggulangi masalah tersebut,diantaranya :

  1. Meningkatkan akses terhadap buku dengan cara membangun perpustakaan yang lebih banyak lagi, terutama di daerah yang
  2. Keluarga harus memaparkan pada bacaan sedini mungkin dan meluangkan waktu membaca bersama anak.
  3. Sekolah juga harus memahami usaha dan strategi pelaksanaan GLS secara tepat sehingga mampu menjadikan dirinya sebagai sekolah yang
  4. Kepala sekolah harus melakukan pembiasaan ber literasi untuk menumbuhkan kesadaran bagi semua warga sekolah, baik peserta didik, guru, maupun kepala sekolah bahwa pengetahuan dan wawasan keilmuan akan berkembang dengan baik jika mereka memiliki kebiasaan
  5. Pemerintah harus meningkatkan penjualan buku dan e-book.

Oleh karena itu, penting bagi keluarga dan sekolah untuk menciptakan budaya literasi sejak dini. Dengan cara membiasakan anak-anak membaca buku, menulis, dan berbicara dengan baik. Dengan demikian, anak-anak akan memiliki kemampuan berbahasa dan keterampilan berpikir kritis yang lebih baik, sehingga dapat membantu mereka dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Daftar Pustaka

Padmadewi, N. N., & Artini, L. P. 2018. Literasi di Sekolah dari Teori ke Praktik.

Bandung: Nilacakra Publishing House.

Saomah, 2017. “Implikasi Teori Belajar Terhadap Pendidikan Literasi”, www.file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI_PEND_DAN_BIMBI NGAN/196103171987032SAOMAH/IMPLEMENTASI_TEORI_BELAJAR_DAL AM_PENDIDIKAN_LITERASI.pdf, hlm. 5, diakses pada 1 Oktober 2023

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Artikel Lainnya

Memanfaatkan Kreativitas dalam M...
Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 21 Februari Sa...
Table Manner : Pentingnya Etiket...
Pendidikan di bidang kuliner tidak hanya mengajarkan keterampi...
Platform Merdeka Mengajar: Memba...
Pendidikan adalah kunci utama dalam membentuk masa depan yang ...
Membangun Kepemimpinan Siswa SMK...
Kepemimpinan merupakan keterampilan yang sangat penting dalam ...
Pembinaan Siswa Siswi Kelas 10 S...
Pembinaan Koramil (Komando Rayon Militer) untuk siswa kelas 10...
ASESMEN BAKAT MINAT (ABM) SMKN 1...
Asesmen bakat dan minat adalah proses penting dalam membantu i...

Hubungi kami di : -

Kirim email ke kamismknegerikras@gmail.com

Download App SMKN 1 KRAS

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman