Kras, Kediri – SMK Negeri 1 Kras terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan melalui penerapan 5 Aspek Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup (PRLH). Program ini menjadi bagian dari pembiasaan seluruh warga sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya sekolah berbudaya lingkungan.

Penerapan 5 Aspek PRLH tidak hanya diwujudkan melalui berbagai sarana pendukung, tetapi juga melalui perubahan perilaku seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, hingga masyarakat sekitar sekolah. Berbagai kegiatan dilakukan secara berkesinambungan agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Aspek pertama adalah penghematan energi. SMKN 1 Kras membiasakan seluruh warga sekolah menggunakan energi listrik secara bijaksana. Lampu, kipas angin, LCD proyektor, dan peralatan elektronik lainnya dimatikan ketika tidak digunakan. Selain itu, pembelajaran pada siang hari juga memanfaatkan pencahayaan alami sehingga penggunaan listrik dapat dikurangi. Langkah sederhana ini terbukti mampu menekan konsumsi energi sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap pemanfaatan sumber daya.

Aspek kedua yaitu penghematan air. Sekolah menyediakan fasilitas air bersih yang digunakan secara bertanggung jawab. Seluruh warga sekolah dibiasakan menutup kran setelah digunakan, menggunakan air seperlunya, serta menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat. Melalui sosialisasi dan pemasangan media informasi di berbagai sudut sekolah, peserta didik semakin memahami pentingnya menjaga ketersediaan air sebagai sumber kehidupan.

Pada aspek ketiga, pengelolaan sampah, SMKN 1 Kras menerapkan sistem pemilahan sampah organik, anorganik, dan sampah yang dapat didaur ulang. Tempat sampah terpilah tersedia di berbagai lokasi strategis sehingga memudahkan warga sekolah membuang sampah sesuai jenisnya. Selain itu, sekolah juga melaksanakan kegiatan kerja bakti, pengumpulan sampah daur ulang, serta edukasi mengenai prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Melalui kegiatan tersebut, jumlah sampah yang dihasilkan sekolah dapat dikurangi sekaligus meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya pengelolaan sampah.

Aspek keempat adalah penghijauan lingkungan sekolah. Berbagai tanaman hias, tanaman pelindung, serta tanaman produktif ditanam dan dirawat secara rutin oleh warga sekolah. Area hijau yang asri memberikan suasana belajar yang nyaman sekaligus membantu meningkatkan kualitas udara di lingkungan sekolah. Kegiatan penanaman pohon juga dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

Sementara itu, aspek kelima yaitu perilaku ramah lingkungan menjadi pondasi utama dalam membangun budaya sekolah yang peduli terhadap kelestarian alam. Peserta didik dibiasakan membawa tumbler, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan kelas, serta aktif mengikuti kegiatan lingkungan yang diselenggarakan sekolah. Pembiasaan tersebut dilakukan secara konsisten sehingga menjadi karakter positif yang terbawa hingga di luar lingkungan sekolah.

Untuk mendukung implementasi 5 Aspek PRLH, SMKN 1 Kras juga menyediakan berbagai media edukasi seperti poster, mading lingkungan, papan informasi, banner edukatif, dan sudut literasi lingkungan. Media tersebut berisi informasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tips hemat energi dan air, pengelolaan sampah, serta ajakan menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya media informasi tersebut, peserta didik dapat memperoleh edukasi secara berkelanjutan meskipun berada di luar jam pembelajaran.

Kepala SMKN 1 Kras berharap penerapan 5 Aspek PRLH mampu membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan serta menjadi contoh bagi masyarakat sekitar. Melalui sinergi seluruh warga sekolah dan dukungan berbagai pihak, SMKN 1 Kras optimis dapat terus mewujudkan sekolah yang bersih, sehat, hijau, nyaman, serta berbudaya lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi.